Manusia terlahir sebagai makhluk yang memiliki fungsi sosial. Sedikit ataupun banyak waktu yang kita punya digunakan untuk berinteraksi dengan makhluk lainnya (manusia, hewan dan juga alam). Interaksi yang terjadi tersebut menghasilkan sesuatu yang kita sebut dengan "berbagi" baik secara langsung maupun tidak langsung..
Berbagi bisa bermacam-macam bentuknya, entah itu riil (tempat, harta) ataupun abstrak ( pemikiran, waktu). Ada satu pengalaman yang cukup menyentuh ketika saya pulang ke Purwokerto. Saya sedang berkunjung ketempat seorang sahabat yang tempatnya cukup jauh dari keramaian kota. Saat itu sahabat saya sedang memanen hasil kebun yang ia tanam yaitu jagung. Sejak dahulu hasil panen di desa ini memang selalu bagus, sehingga saya bertanya mengenai jagung yang ia tanam :
Saya : "Panenmu kok selalu bagus tho dari dulu, padahal waktu nanam dan cara tanamnya sama kaya yang lain?"
Sahabat : "Ga tau juga yah..., mungkin karena semua warga disini nanam bibit yang bagus semua"
Saya : "Yakin semua bagus? Ko bisa tau"
Sahabat : "Ya taulah, bibit jagung yang ditanam semua warga disini kan sama semua."
Saya : "Maksudnya?"
Sahabat : "Kalau ada yang punya bibit bagus warga disini akan menbagikannya buat tetangga-tetangga."
Saya : "Loh kenapa ga dipake sendiri aja bibitnya?"
Sahabat : " Ga boleh egois gitu, lagian kalau ada warga nanam bibit jelek yang susah kita juga. Kalau nanti pas berbunga kan kita tidak tau serbuk sari yang nempel dibunga itu dari mana, bisa saja dari kebun tetangga yang terbawa oleh angin. Nah kalau semua warga nanam bibit yang bagus kan ga usah khawatir serbuk sari yang nempel di bunga itu berasal dari mana."
Saya : "Ow..gitu tho..."
Subahanllah..., ternyata alampun mengajarkan kepada kita untuk berbagi. Berbagi memang tak ada ruginya, sekecil apapun itu asal membawa manfaat akan lebih baik dari pada tidak sama sekali bukan...